SEMARANG: Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) memperkenalkan salah satu teknologi tinggi (hitech) kepada para mahasiswa dan staf pengajar di Universitas Diponegoro, Semarang.
Teknologi tinggi tersebut adalah teknologi nano atau nanotechnology, sebuah teknologi masa depan yang menggarap semua produk dengan bahan baku partikel berukuran 10 pangkat minus 9 meter atau sepermiliar meter.
"Nano teknologi diyakini sebagai sebuah konsep teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad ke-21. Beberapa cabang ilmu terapan dan medis mengadopsi nanoteknologi dan nanosains dan menjadikan  pondasi utamanya," ujar Dr Nurul Taufiqu Rohman, Ketua Masyarakat Nanoteknologi (MNI) yang juga anggota Dewan Pakar Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), dalam siaran persnya yang diterima Minggu (13/11).
Teknologi tinggi tersebut adalah teknologi nano atau nanotechnology, sebuah teknologi masa depan yang menggarap semua produk dengan bahan baku partikel berukuran 10 pangkat minus 9 meter atau sepermiliar meter.
"Nano teknologi diyakini sebagai sebuah konsep teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad ke-21. Beberapa cabang ilmu terapan dan medis mengadopsi nanoteknologi dan nanosains dan menjadikan  pondasi utamanya," ujar Dr Nurul Taufiqu Rohman, Ketua Masyarakat Nanoteknologi (MNI) yang juga anggota Dewan Pakar Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), dalam siaran persnya yang diterima Minggu (13/11).






